Sabtu, 03 Agustus 2013

Program 2013 - 2014




PROGRAM KEGIATAN
EKSTRA KURIKULER PRAMUKA
TAHUN PELAJARAN 2013/2014



A.      PENDAHULUAN
Eksistensi generasi muda sebagai generasi harapan bangsa perlu terus dibina, dikembangkan, dan diarahkan menjadi kader yang merupakan pemilik masa depan bangsa. Sebab kemajuan Bangsa dan Negara berada ditangannya dengan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap pembangunan Nasional. Disisi lain, para generasi muda yang berada disekitar kita masih minim dalam hal pengalaman-pengalaman tentang kemanusiaan yang selama ini terasa seakan – akan diabaikan dalam setiap pembinaan generasi muda, baik pembinaan secara formal maupun informal. Pemuda dan remaja merupakan generasi penerus bangsa yang akan dapat mewujudkan cita-cita bangsa dan negara.
Gerakan Pramuka sebagai salah satu wadah pembinaan moral dan mental generasi bangsa yang senantiasa berusaha untuk memberikan kegiatan dan ajang kreasi yang positif demi terbentuknya manusia Indonesia seutuhnya.
Dengan adanya pendidikan dan pelatihan yang disiplin diharapkan para remaja dan pemuda bangsa memiliki kemampuan dan potensi serta rasa tanggung jawab yang tinggi sehingga dapat mewujudkan dan melanjutkan visi dan misi serta tujuan dan cita-cita Negara Indonesia ini, dengan melakukan pembekalan yang akan diberikan kepada para remaja dan pemuda. Demi terlaksananya pendidikan dan pelatihan yang diperlukan disusunlah Program Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka.


B.     JENIS KEGIATAN
  1. Latihan Rutin
  2. Pelantikan
  3. Lomba Tingkat
  4. Perkemahan
  5. Perlombaan
  6. Latihan Gabungan
  7. Tabungan Pramuka
  8. Pelatihan Regu Inti Pramuka
  9. Pengadaan Inventaris


C.    URAIAN
1.    Latihan Rutin
Latihan rutin adalah kegiatan pelatihan pramuka  yang diadakan setiap satu minggu sekali setiap hari Sabtu mulai pukul 12.00 – 14.00 sepulang sekolah. Latihan rutin ini bertujuan untuk melatih siswa – siswi kelas VII agar mahir dalam kepramukaan serta memiliki mental yang baik. Selain latihan kepramukaan latihan rutin ini juga diisi kegiatan pengisian SKU.

2.      Pelantikan
   Pelantikan adalah suatu kegiatan mengukuhkan anggota pramuka dalam satu organisasi serta untuk mendapatkan tingkatan yang lebih tinggi. Pelantikan di SMP N 1 Gondanglegi ini akan diadakan 1 – 4 kali  dalam satu tahun. Yaitu:
1. Pelantikan Dewan Pasukan Penggalang
2. Pelantikan Pramuka Penggalang Ramu
3. Pelantikan Penggalang Rakit
4.  Pelantikan Tanda Kecakapan Khusus

3.      Lomba Tingkat Gugus Depan
   Lomba Tingkat Gugus Depan adalah lomba kepramukaan yang diselenggarakan  oleh Gerakan Pramuka SMP N 1 Gondanglegi  dengan diikuti oleh peserta kelas VII. Dimana Perlombaaan ini diadakan menyesuaikan dengan kondisi yang ada.

4.      Adiwiyata Scout Camp
Adiwiyata Scout Camp akan diadakan pada libur Semester. Perkemahan ini diadakan dengan tujuan untuk melatih mental, kedisiplinan, Wawasan Cinta Lingkungan, dan ketrampilan kepramukaan.

5.      Perlombaan
Perlombaan ini akan dilakukan saat ada perlombaan pramuka baik dalam tingkat Kwarran, Kwarcab, maupun Kwarda jika situasi dan kondisi sekolah mendukung.
Tujuan
Ø  Menanamkan rasa patriotisme dan cinta tanah air
Ø  Meningkatkan kedisiplinan dan percaya diri
Ø  Memupuk rasa persaudaraan dan melatih jiwa kompetitif yang sehat
Ø  Mengembangkan wawasan mental spiritual peserta didik dalam keterampilan dan pengetahuan pramuka

6.      Latihan Gabungan (Latgap)
Latihan Gabungan adalah latihan antara gugus depan SMP N 1 Gondanglegi  dengan Pangkalan lain yang merupakan SMP sederajat. Latgap ini bertujuan untuk menambah wawasan anggota dan mengukur wawasan dari masing – masing Gugus Depan. Latgab ini diadakan minimal 1 kali dalam satu tahun.

7.      Tabungan Pramuka
Dengan jumlah Rp. 2.000,00/anak  yang diperoleh dengan menyisihkan uang saku setiap hari. Dialokasikan untuk pengadaan kaos dan atribut pribadi lainnya selain itu kegiatan ini akan mendidik peserta didik untuk belajar hidup hemat dan tidak boros.
 
8.      Pelatihan Regu Inti Pramuka
Mempersiapkan Mental dan fisik para peserta secara dini dalam rangka keikutsertaan dalam lomba – lomba yang akan diikuti. Regu Inti Pramuka diikuti oleh peserta pilihan berdasarkan kemampuan akademik dan non akademik, kondisi fisik, semangat (energik) dan watak Peserta Didik.

9.      Pengadaan Inventaris
Dalam rangka mempersiapkan untuk sarana dalam penyampaian materi yang lebih baik dan mempersiapkan para peserta didik untuk partisipasi lomba. Dengan tujuan peserta bisa lebih baik dengan adanya fasilitas yang memadai, meningkatkan kepercayaan diri dan semangat peserta didik  dalam berlatih. Utamanya dalam berkompetisi pembentukan mental yang baik berawal dari seragam dan fasilitas lain yang dipakai.

Senin, 24 Juni 2013

LT I 2013


Sabtu-Minggu /22-23 Juni  2013 - Gerakan Pramuka mengadakan Lomba Tingkat I Gugus Depan SMP N 1 Gondanglegi. LT-I adalah kegiatan yang sudah menjadi program rutinitas tahunan yang harus diadakan setiap tahun sekali. Kali ini lomba yang wajib diikuti oleh seluruh siswa kelas VII itu diadakan. namun tidak semua siswa mengikuti kegiatan sekalipun diwajibkan. Sebanyak 97 siswa terbagi menjadi 11 regu mengikuti kegiatan ini. Masing-masing regu menunjukkan kebolehan, kekompakan serta kreasi dalam berlomba. Hingga semua skenario dijalankan, terpilihlah Regu Kijang dan Regu Flamboyan sebagai juaranya.Selamat............. :)






Sabtu, 15 Juni 2013

Jenis Pasak Tenda dan Cara Memasangnya

Jenis pasak tenda dan cara memasangnya tentu menjadi salah satu teknik kepramukaan yang wajib diketahui oleh semua anggota pramuka. Apalagi saat mendirikan kemah atau tenda. Tentu sangat diperlukan pengenalan akan macam jenis pasak tenda sehingga dapat menggunakannya sesuai dengan situasi dan kondisi. Selain mengenal jenis-jenisnya pun dapat mempraktekkan cara memasang pasak dengan baik dan benar. Jenis pasak dan cara pemasangan akan menentukan pada kekuatan dan kerapian tenda yang didirikan.
Pasak tenda adalah sejenis paku yang terbuat dari besi, alumunium, kayu, bambu atau bahan lainnya yang digunakan untuk menautkan tali pengekang tenda. Sehingga bisa dikatakan pasak sebagai salah satu perlengkapan utama dalam mendirikan tenda di samping tenda dan tali. Pasak ini juga digunakan untuk mendirikan tiang bendera, gapura tenda, dan perlengkapan lainnya di perkemahan.
Mengingat pentingnya peran pasak tenda dalam kegiatan kepramukaan, utama perkemahan, sudah selayaknya setiap pramuka mengenal macam jenis pasak dan dapat memasak (memasang pasak) dengan baik dan benar.

Macam Jenis dan Bentuk Pasak Tenda

Macam jenis pasak tenda dapat dibedakan berdasarkan bahan dan bentuknya. Menurut bahan pembuatnya, pasak tenda terdiri atas pasak yang terbuat dari besi, alumunium, kayu atau papan, bambu, dan ranting pohon. Pasak dari besi dan alumunium umumnya harganya lebih mahal namun memiliki beberapa kelebihan antara lain lebih kuat, awet dan bisa digunakan berulang kali, serta praktis saat digunakan, dibawa, maupun disimpan. Apalagi yang terbuat dari bahan alumunium yang beratnya sangat ringan namun tetap kuat.
pasak besi dan alumunium - pramukaria
Gambar pasak yang terbuat dari besi dan alumunium

Pasak dari kayu, papan, bambu dan ranting pohon lebih murah dan dapat dibuat sendiri dengan mudah. Namun memiliki kelemahan seperti kekuatannya kurang, tidak tahan lama (untuk pemakaian berulang kali), mudah rusak, dan kurang praktis saat membawa atau menyimpannya.


pasak kayu dan bambu - pramukaria
Gambar pasak tenda yang terbuat dari kayu dan bambu
Sedangkan bentuk pasak untuk tenda terdiri atas bagian "kepala pasak", "badan pasak", dan "ujung pasak". Kepala pasak adalah bagian untuk menautkan tali sehingga dibentuk sedemikian rupa agar tali bisa tertambat dengan kuat dan tidak mudah terlepas. Sedangkan ujung pasak dibuat lancip atau runcing untuk memudahkan saat membenamkan pasak ke dalam tanah. Badan pasak sendiri umumnya berukuran antara 18 - 35 cm. Panjangnya ini disesuaikan dengan kondisi tanah tempat mendirikan tenda. 

Cara Memasang Pasak

Cara memasang pasak tenda adalah sebagai berikut:
  1. Tancapkan pasak pada tanah dengan posisi miring antara 300 - 450 berlawanan dengan arah datangnya tali. Jangan memasang pasak dengan posisi tegak, terlalu miring, atau bahkan miring ke arah tali (sejajar dengan tali) karena akan mengurangi kekuatan sehingga akan mudah tercabut.
  2. menancapkan pasak tenda - pramukaria
    Posisi menancapkan pasak ke dalam tanah
  3. Tanam pasak hingga menyisakan bagian kepala pasak dan sedikit badan pasak.
  4. Ikatkan tali pengekang tenda (tali sebelumnya telah diikat ke tenda atau tiang)  dengan menggunakan simpul pangkal.
  5. memasang tali ke pasak - pramukaria
    Memasang tali pada pasak dengan simpul pangkal
  6. Atur sedemikian rupa agar tali terkekang dengan kuat dan kencang.
  7. Pada tanah yang terlalu lunak atau dalam kondisi berangin kencang (yang dikhawatirkan pasak tidak kuat), dapat menggunakan pasak ganda. Pasak kedua diletakkan disebelah depan pasak pertama. Cara menalinya; Tali dari tenda disimpul di pasak pertama kemudian ujung sisanya disimpul lagi di pasak kedua. Keduanya menggunakan simpul pangkal.
Cara membuat simpul pangkal bisa dipelajari di: 

Menyimpan Pasak

Karena sebagai salah satu peralatan pokok dalam berkemah, sudah sewajarnya pasak dipelihara dan disimpan dengan benar. Sehingga pasak tenda ini dapat digunakan setiap waktu dan tidak hilang. Diperlukan ketelitian saat menggunakan dan mengambil pasak sehingga tidak ada pasak yang tertinggal yang kemudian mengakibatkan pasak akan berkurang dari hari ke hari.

Itulah teknik kepramukaan terkait dengan pasak, macam jenis pasak, serta cara memasang dan merawat pasak. Semoga dengan menguasai teknik kepramukaan ini para pramuka dapat berkegiatan, terutama berkemah dengan lebih menyenang

Sabtu, 04 Mei 2013

Belajar Semaphore Cara Mudah Cepat

       Belajar semaphore cara mudah dan cepat ini adalah cara mempelajari isyarat semaphore dengan mudah dan cepat. Semaphore (dalam bahasa Indonesia, kata yang baku adalah "semafor") menjadi salah satu teknik kepramukaan tentang penyampaian isyarat berita di samping morse.
    Penyampaian isyarat semaphore atau semafor dilakukan dengan menggunakan sepasang bendera. Bendera berukuran 40 x 40 cm dengan tongkat pegangan sepanjang 50 cm. Tidak ada ketentuan yang mengikat terkait warna bendera semphore, namun yang umum digunakan terutama dalam Gerakan Pramuka adalah warna kuning dan merah bersilangan.


       Bagi pramuka terutama golongan penggalang hingga pandega keterampilan dan penguasaan semaphore sangat diperlukan. Selain semafore menjadi salah satu syarat dalam SKU (Kecakapan Umum) dan SKK (Kecakapan Khusus Juru Semboyan dan SKK Juru Isyarat Bendera), semaphore akan sangat bermanfaat dalam situasi darurat serta dapat melatih kemampuan motorik dan daya ingat. 

Cara Mudah dan Cepat Belajar Semaphore

      Salah satu cara yang paling mudah dan cepat dalam menghafalkan kode isyarat semaphore adalah dengan menggunakan metode "8 Penjuru Mata Angin" atau terkadang disebut juga sebagai metode "Jarum Jam". Dengan metode ini, menghafalkan semaphore tidak dilakukan urut sesuai dengan urutan abjad, namun dihafalkan perkunci yang terdiri atas 7 kunci.
       Dalam metode ini posisi tangan disusun dalam 8 titik di sekeliling tubuh yang meliputi titik di bawah tubuh, kiri bawah tubuh, samping kiri tubuh, kiri atas tubuh, atas tubuh, kanan atas tubuh, samping kanan tubuh, dan kanan bawah tubuh. Selengkapnya lihat gambar berikut:
Lingkaran semphore metode 8 penjuru mata angin
Metode belajar semaphore ini, kode isyarat semaphore perhurufnya dibentuk dari posisi dua tangan sesuai dengan 7 kunci. Masing-masing kunci ditandai dan dinamai sesuai posisi salah satu tangan, sehingga:
  1. Kunci 1: Salah satu tangan berada di titik 1 dan tangan kedua berada di titik 2 - 8 sehingga terbentuk 7 huruf (kode isyarat semaphore) yang terdiri atas:
    (1) 1 dan 2   = Huruf A (5) 1 dan 6   = Huruf E
    (2) 1 dan 3   = Huruf B (6) 1 dan 7   = Huruf F
    (3) 1 dan 4   = Huruf C (7) 1 dan 8   = Huruf G
    (4) 1 dan 5   = Huruf D


  2. Kunci 2: Salah satu tangan berada di titik 2 dan tangan kedua berada di titik 3 - 8 sehingga terbentuk 6 huruf (kode isyarat semaphore) yang terdiri atas:
    (1) 2 dan 3   = Huruf H (4) 2 dan 6   = Huruf L
    (2) 2 dan 4   = Huruf I (5) 2 dan 7   = Huruf M
    (3) 2 dan 5   = Huruf K (6) 2 dan 8   = Huruf N
  3. Kunci 3: Salah satu tangan berada di titik 3 dan tangan kedua berada di titik 4 - 8 sehingga terbentuk 5 huruf (kode isyarat semaphore) yang terdiri atas:
    (1)3 dan 4   =Huruf O(4)3 dan 7   =Huruf R
    (2)3 dan 5   =Huruf P(5)3 dan 8   =Huruf S
    (3)3 dan 6   =Huruf Q


  4. Kunci 4: Salah satu tangan berada di titik 4 dan tangan kedua berada di titik 5 - 8 sehingga terbentuk 4 huruf (kode isyarat semaphore) yang terdiri atas:
    (1)4 dan 5   =Huruf T(4)4 Dan 7   =Huruf Y
    (2)4 dan 6   =Huruf U(5)4 dan 8   =TANDA SALAH
  5. Kunci 5: Salah satu tangan berada di titik 5 dan tangan kedua berada di titik 6 - 8 sehingga terbentuk 3 huruf (kode isyarat semaphore) yang terdiri atas:
    (1)5 dan 6   =TANDA ANGKA(3)5 Dan 6   =Huruf V
    (2)5 dan 7   =Huruf J


  6. Kunci 6: Salah satu tangan berada di titik 6 dan tangan kedua berada di titik 7 - 8 sehingga terbentuk 2 huruf (kode isyarat semaphore) yang terdiri atas:
    (1)6 dan 7   =Huruf W(2)6 Dan 8   =Huruf X
  7. Kunci 7: Salah satu tangan berada di titik 7 dan tangan kedua berada di titik 8 sehingga terbentuk 1 huruf (kode isyarat semaphore) yaitu:
    (1)7 dan 8   =Huruf Z



Untuk lebih memperjelas tentang kode isyarat semaphore masih-masing huruf, lihat gambar berikut:

Kode isyarat sempahore per kunci
Dengan menggunakan metode 8 Penjuru Mata Angin ini, belajar semaphore pasti akan menjadi lebih mudah dan cepat hafal. Cara menghafalkannya adalah dengan urut perkunci mulai dari kunci pertama hingga kunci ketujuh. Dengan berpatokan kunci pertama salah satu tangan berada di posisi satu, kunci kedua salah satu tangan berada di posisi dua dan seterusnya.

Ketentuan Dasar Mengirim atau Menerima Isyarat Semaphore

Isyarat semaphor diberikan secara berpasangan, artinya terdiri atas dua pihak di mana satu pihak sebagai pengirim dan pihak lainnya sebagai penerima. Dalam menyampaikan dan menerima isyarat semaphore terdapat beberapa ketentuan yang antara lain:

  1. Pengirim dan penerima isyarat semaphore saling berhadapan dan memakai bendera semaphore.
  2. Sikap tubuh tegak dengan kedua kaki agak terbuka. Posisi bendera disilangkan di bawah tubuh (posisi siap / tutup).
  3. Untuk memulai pengiriman, pengirim memberikan isyarat "Tanda Perhatian" berupa huruf "R - Tutup" atau "U - R" secara berulang-ulang.
  4. Jika penerima telah siap, penerima mengirimkan huruf "K" sedangkan jika belum siap penerima mengirim huruf "Q".
  5. Setelah penerima siap, pengirim mulai mengirimkan berita (pesan) huruf perhuruf. Setiap satu kata ditutup dengan "posisi tutup".
  6. Apabila penerima dapat menerima (membaca) pesan perkata, penerima mengirimkan isyarat huruf "C". Sedangkan jika tidak paham (tidak dapat menerima dengan baik), pengirim mengirimkan isyarat huruf "I-M-I". Pengirim mengulangi mengirimkan kata terakhir yang tidak dipahami penerima.
  7. Apabila pengirim keliru mengirimkan pesan, pengirim mengirimkan isyarat "Tanda Salah" atau mengirimkan huruf "E - Tutup" delapan kali kemudianmengulangi mengirim satu kata terakhir yang keliru.
  8. Jika semua pesan (berita) sudah selesai disampaikan, pengirim mengirimkan huruf "A-R" dan penerima membalasnya dengan huruf "R" jika telah dapat menerima semua pesan.
  9. Untuk mengirimkan angka, terlebih dahulu diawali dengan isyarat "Tanda Angka" (posisi 5-6) kemudian kirimkan angka dengan ketentuan angka 1 = A; 2 = B; 3 = C; 4 = D; 5 = E; 6 = F; 7 = G; 8 = H; 9 = I; dan 0 = J. Jika pengiriman angka sudah selesai dan hendak berganti mengirim huruf kirimkan isyarat huruf "J" atau "V".
Itulah cara mudah dan cepat dalam mempelajari isyarat semaphore atau semafor serta ketentuan dasar mengirim dan menerima isyarat semaphore. Untuk hal-hal lain terkait dengan semafor seperti sejarah, manfaat, aplikasi semaphore dan hal-hal lain akan dibahas di lain kesempatan. Yang terpenting sekarang tidak ada lagi adik-adik pramuka yang mengeluh kesulitan menghafalkan isyarat semaphore, karena dengan metode ini, belajar semaphore jadi mudah, cepat, dan mengasyikkan.

Kamis, 18 April 2013

Tasyakuran, Dies Natalies Black Yellow Scout Ke 5


18 April adalah tanggal lahir Pramuka kebanggaan SMP N 1 Gondanglegi, Spensagi. Peringatan lahirnya Spensagi Scout ini diwujudkan dalam Tasyakuran bersama di sekolah. Dalam tasyakuran ini Wakasis Bpk. Setiadi memberikan banyak apresiasi kepada Pramuka Spensagi atas peran serta dan prestasi yang disumbangkan kepada sekolah. Sebagai salah Ektra teraktif dan paling syarat kegiatan ini Sekolah merasa bangga dengan adanya kepramukaan di sekolah. Dalam kata sanjung yang di sampaikan beliau, Pramuka Spensagi adalah Ekstra terbaik di sekolah ( horeee :) prok prok prok ). Sekolah berharap untuk masa ke depan Pramuka Spensagi  dapat meningkatkan dan menunjukkan prestasi yang baik di dalam maupun luar sekolah.
SPENSAGI SCOUT © 2008 Template by:
SkinCorner