Sabtu, 04 Januari 2014

My School



SMP N 1 Gondanglegi resmi di buka pada tanggal 01 April 1987 oleh Gubernur Jawa Timur yaitu Bapak Wahono, Kepala nDaerah Tingkat 1. Kepala Sekolah pertama yang menjabat kala itu adalah Ny. Retno Astuti, terhitung mulai bulan Oktober 1985 hingga bulan Juli 1991. Dan pada saat SMP N 1 Gondanglegi masih terdiri dari 10 ruang dengan jumlah siswa angkatan pertama sejumlah 132 siswa. Dari masa ke masa SMP N 1 Gondanglegi berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitasnya baik guru maupun siswa. Selama upaya tersebut dilakukan SMP N 1 Gondanglegi banyak mengalami masa transisi Kepala Sekolah.
Berikut adalah daftar nama Kepala Sekolah yang pernah menjabat di SMP N 1 Gondanglegi,
  1. Kosdoe Adi Pratomo (Juli 1991 – April 1993)
  2. Kresno Hartono (April 1993 – Januari 1995)
  3. Dra. Sumijati (Januari 1995 – September 2001)
  4. Djoko Sundjoto, BA (September 2001 – September 2006)
  5. Samsul Bahri S, S.Pd, M.Si. (September 2006 – November 2006)
  6. Eddy Rahardjo, M.Si. (November 2006 – Juli 2011)
  7. Drs. Suprianto, M.Pd. (Juli 2011 – Sekarang)
Dari Kepala Sekolah terdahulu hingga sekarang SMP N 1 Gondanglegi banyak mengalami perubahan dan kemajuan. Terakhir pada periode kepemimpinan Bapak Drs. Suprianto, M.Pd ini, Beliau banyak memberikan kontribusinya mulai dari rehab gedung, Revitalisasi program hingga menjadikan SMPN 1 Gondanglegi sebagai sekolah berbasis lingkungan atau lebih di kenal dengan sebutan sekolah Adiwiyata. Tentu saja menjadikan sekolah berbasis Adiwiyata bukanlah perkara mudah, perlu adanya kerja sama dengan semua warga sekolah. Dalam setiap kesempatan Beliau sering menyampaikan kepada seluruh warga sekolah baik Guru, Staf, Siswa maupun warga kantin untuk berpartisipasi penuh dalam menjaga, merawat, melestarikan lingkungan sekolah agar tetap nyaman, indah, sejuk, asri dan bebas dari sampah baik plastik ataupun yang lain. Dalam waktu dekat sekitar bulan maret SMP N 1 Gondanglegi akan mengikuti penilaian Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi. 


Doakan sobat semoga SMP N 1 Gondanglegi lulus dalam penilaian tersebut. 

Kamis, 02 Januari 2014

BIVAK

Bivak

Bivak (Bahasa Prancis: Bivouac) adalah tempat berlindung sementara (darurat) di alam bebas dari aneka gangguan cuaca, binatang buas, dan angin. Mendirikan bivak adalah teknik penting yang harus dikuasai jika hendak berkemah . Bivak merupakan salah satu kemampuan wajib survival di alam bebas. Karena pembuatannya yang mudah dengan peralatan yang seadanya
Materi penunjang pembuatan bivak adalah :
  • Dari bahan alam , seperti pepohonan (dahan, ranting dan daun) batu- batu, gua dan sebagainya.
  • Dari bahan buatan, seperti jas hujan, ponco, fly sheet atau parasut

Bivac Berdasarkan Jenis

  • Bivac Alam Bivac jenis ini dibuat dengan memanfaatkan sumberdaya alam di sekitar. seperti menggunakan dedaunan sebagai atap, dinding ataupun alas. memanfaatkan akar-akaran maupun kulit pohon sebagai tali pembuat bivac, bentuk lain dari alam juga dapat digunakankan sebagai bivak seperti gua, lekukan tebing atau batu yang cukup dalam, lubang - lubang dalam tanah dan sebagainya. Apabila memilih gua, kita bisa memastikan tempat ini bukan persembunyian satwa. Goa yang akan ditinggali juga tak boleh mengandung racun. Cara klasik untuk mengetahui ada tidaknya racun adalah dengan memakai obor. Kalau obor tetap menyala dalam gua tadi artinya tak ada racun atau gas berbahaya di sekitarnya.
Kita juga bisa memanfaatkan tanah berlubang atau tanah yang rendah sebagai tempat berlindung. Tanah yang berlubang ini biasanya bekas lubang perlindungan untuk pertahanan, bekas penggalian tanah liat dan lainnya. Pastikan tempat - tempat tersebut tidak langsung menghadap arah angin. Kalau terpaksa menghadap angin bertiup kita bisa membuat dinding pembatas dari bahan - bahan alami. Selain menahan angin, dinding ini bertugas untuk menahan angin untuk tidak meniup api unggun yang dibuat di muka pintu masuk
  • Bivac Semi buatan Bivac jenis ini dibuat dengan menggunakan bahan-bahan buatan industri yang digabungkan dengan bahan bahan alami. seperti menggunakan ponco sebagai atap dan beberapa akar gantung sebagai tali. menggunakan dedaunan sebagai atap dan menggunakan ponco sebagai dinding atau pun menggunakan ponco sebagai atap dan dadaunan sebagai dinding juga merupakan bivac semi buatan atau dapat di sebut sebagai Bivac semi alam.
  • Bivac Buatan Bivac jenis ini merupakan bivac yang di buat menggunakan bahan-bahan buatan atau bahan industri, seperti membuat bivac menggunakan ponco dengan memanfaatkan tali rafia sebagai bahan penunjangnya. bivac buatan dapat didirikan menggunakan bahan lainnya seperti plastik, parasut deklit, kain, dll.

Pemilihan tempat

Untuk menjaga kenyamanan dan tetap hangatnya tempat berlindung serta menghindari cepatnya penurunan daya tahan tubuh, perhatikan hal berikut ;
  • Dirikan bivak yang terlindung dari terpaan angin, jangan dirikan bivak di tempat yang terbuka dari terpaan angin.
  • Dirikan bivak pada tempat yang kering dan rata, untuk daerah yang lembab, buatlah para - para yang kokoh. Jangan dirikan bivak di lereng gunung atau lembah.
  • Dirikan bivak di bawah kerindangan pohon yang tembus sinar matahari. Jangan dirikan di bawah pohon yang rapuh dan lapuk.
  • Pada situasi bivak yang permanen, usahakan dirikan pada daerah yang dekat dengan sumber air.
  • Jangan dirikan bivak terlalu dekat dengan dialiran sungai ataupun pada jalur lintas binatang.
  • Jangan pernah lupa untuk membuat parit di sekitar bivak yang anda dirikan, sehingga ketika hujan turun anda dapat tetap merasa nyaman.

Senin, 23 Desember 2013

ADIWIYATA SCOUT CAMP 2013

Minggu-Senin tertanggal 22-23 Desember 2014 Gerakan Pramuka SMPN 1 Gondanglegi mengadakan Perkemahan Akhir Semester 1. Dimana kegiatan tersebut bertajuk Adiwiyata dengan nama "Adiwiyata Scout Camp" atau Perkemahan Adiwiyata untuk kali pertama karena di perkemahan akhir semester 1 sebelumnya kegiatan di gelar dengan konsep secara umum sesuai standar perkemahan. ASC (begitulah istilah singkat yang digunakan untuk Adiwiyata Scout Camp) secara umum dilaksanakan mengikuti Program semester Gugus Depan namun secara khusus dilaksanakan dalam rangka mensukseskan program sekolah Adiwiyata yakni sekolah berbasis lingkungan sehat. Aktifitas yang ada didalam kegiatan ASC pun tak jauh dari materi Adiwiyata atau lingkungan hidup tetapi tetap di permak dalam nuansa kepramukaan seperti : Yell Adiwiyata, Kampanye Cinta Lingkungan, Poster Adiwiyata, Bakti Sosial, Regu Teladan, memasak hingga materi berbasic Scouting. Dengan di usung dalam konsep lomba di alam terbuka diharapkan peserta dapat lebih dalam memaknai cinta alam dan kepedulian terhadap lingkungan sesuai dengan apa yang terkandung dalam Dasa Darma. Pada pelaksanaan pun peserta lebih terarah kepada lingkungan sehingga dalam diri peserta tertanam rasa mencintai dan memiliki sekolah, dengan adanya rasa memiliki dan mencintai maka peserta akan lebih menjaga kelestarian lingkungan di sekolah. Dan baru di Perkemahan kali inilah peserta dimanjakan dengan tambahan fasilitas A1 alias "makan". Pada perkemahan - perkemahan sebelumnya untuk kebutuhan makan peserta, panitia tidak menanggung jadi peserta memasak untuk kebutuhan pribadi secara mandiri. Panitia hanya menyediakan fasilitas listrik untuk peralatan masak. Walaupun pada perkemahan ASC kali ini peserta tinggal mengambil jatah makan akan tetapi peserta tetap ada kesempatan untuk belajar masak secara mandiri walaupun dilakukan secara masal. fasilitas lain yang diperoleh peserta adalah piagam, dan medali kejuaraan tentunya bagi peserta yang berhasil mengikuti seluruh rangkaian kegiatan lomba dengan prestasi terbaik. Juara ASC edisi pertama ini di raih oleh Regu Harimau dan Regu Rosela. kepada mereka yang juara Kepala SMP N 1 Gondanglegi selaku Ka.Mabigus banyak memberikan apresiasi positif atas prestasi keduanya. Dalam arahan beliau pada saat pemberian Medali kejuaraan peserta yang lain diharapkan dapat menunjukkan prestasi terbaik di sekolah baik akademis maupun non akademis.

Minggu, 08 Desember 2013

Tetap Hadir GPP 2013

Minggu, 08 Desember 2013 - Spensagi tetap hadir dalam Giat Prestasi Penggalang Kwarcab Malang 2013 di Kepanjen meskipun pelaksanaannya dilaksanakan di tengah - tengah situasi ujian. Namanya juga pramuka harus siap sedia dimanapun ketika mengemban tugas. Anggap bahwa kompetisi GPP kali ini adalah bagian belajar sekaligus refreshing penat kala ujian. Kemenangan bukan hal yang enjadi prioritas yang penting belajar dalam pengalaman. Tidak peduli yang laian ingin menang tapi Spensagi tetap santai dan enjoy mengikuti kegiatan. Kendati banyak mengalami keluhan dari Wali murid peserta, Spensagi tetap hadir dan tidak mangkir mengikuti GP spesial edisi Kepanjen ini, justru peserta semakin termotivasi untuk belajar. Demi berkembang, pengalaman bertambah ilmu pun bertambah.

Senin, 02 Desember 2013

Pratama 2013-2014



Nama                                       : Fa'is Anggun Dharmawan
Kelas                                       : VIII C
Tempat, Tanggal Lahir            : Malang, 06 Juni 2000
Alamat                                    : Jl. KH. Wahid Hasyim Putuk Rejo, Gondanglegi – Malang
Pangkalan                                : SMP N 1 Gondanglegi
Gugus Depan / No.                 : Ir. Soekarno / 190129
Tingkatan                                : Penggalang Rakit
Motto Hidup                           : Belajar dan Hiduplah
Hobby                                     : Bersepeda
Pribadi yang sederhana, santai, ramah, rajin dan pandai. Begitulah sosok yang tergambar dalam diri seorang Pratama Spensagi Scout periode 2013 – 2014 ini. Dalam tekadnya menjadi seorang pemimpin tertinggi pasukan ia ingin memberikan prestasi sebaik mungkin untuk gugus depan tercintanya “SpensagiScout”, baik di dalam maupun di luar sampai pada puncak keinginannya membawa nama besar Spensagi sebagai Juara Sejati.

SPENSAGI SCOUT © 2008 Template by:
SkinCorner