Sabtu, 25 Oktober 2014

P3K


KETRAMPILAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN
1.             Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK) merupakan salah satu kegiatan kepramukaan yang memberikan bekal peserta didik dalam hal pengalaman :
a.    Kewajiban diri untuk mengamalkan kode kehoramatan pramuka
b.    Kepeduliannya terhadap masyarakat/orang lain
c.    Kepeduliannya terhadap usaha meningkatkan citra Gerakan Pramuka di masyarakat
2.             Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan merupakan seperangkat ketrampilan dan pengetahuan kesehatan yang praktis dalam memberikan bantuan pertama kepada orang lain yang sedang mengalami musibah, antara lain pada pasien yang :
a.    Berhenti bernafas
b.    Pendarahan parah
c.    Shok
d.    Patah tulang
3.             Ketrampilan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan dan Pengetahuan Praktis tentang Kesehatan merupakan alat pendidikan bagi para pramuka sesuai selaras dengan perkembangannya agar mampu menjaga kesehatan dirinya dan keluarga serta lingkunganny, dan mempunyai kemampuan yang mantap untuk menolong orang lain yang mengalami kecelakaan.

MATERI POKOK
a.             P3K bagi pasien yang berhenti bernafas Kalau seseorang tiba-tiba napasnya berhenti, apapun latar belakangnya, harus segera dilakukan nafas buatan. Cara yang paling praktis dan efisien untuk menyelamatkan nyawa orang tersebut adalah dengan jalan : meniupkan nafas ke paru-paru korban.
Langkah-langkah pertolongan dengan napas buatan dari mulut ke mulut/hidung sebagai berikut:
a.       Kepala korban diletakkan dengan posisi dagu mendongak ke atas
b.       Rahang ditarik sampai mulut terbuka
c.       Penolong membuka mulut lebar-lebar dan ditempelkan ke mulut korban rapat-rapat dan pencet hidung atau tutup hidung korban dengan pipi, atau dapat juga dengan jalan tutup mulut korban rapat-rapat selanjutnya penolong menempelkan mulutnya ke hidung korban dan meniupnya.
d.       Tiup ke mulut/hidung korban, kepada :
1.       Orang dewasa secara teratur dan kuat ditiupkan 12 kali tiupan pada setiap menit.
2.       Anak-anak ditiupkan 20 kali tiap menit

b.             P3K bagi korban Sengatan Listrik
1.       Penolong hendaknya berdiri di atas karet, karton, papan, atau karpet yang dalam keadaan kering
2.       Gunakan tongkat kering/papan kering untuk menarik atau mendorong kawat beraliran listrik yang menempel pada tubuh korban
3.       Setelah kontak dengan aliran listrik tiada lagi, selanjutnya segera dilakukan nafas buatan sampai bantuan medis datang

c.             P3K bagi pasien yang menderita pendarahan parah
1.       Luka hendaknya ditutup kain kasa kompres yang steril, selanjutnya kain kasa kompres tersebut ditekan kuat-kuat dengan tangan sampai pendarahan berhenti. Untuk menutup luka biasa juga menggunakan bahan yang bersih lainnya, misalnya kasa steril, saputangan bersih lainnya, handuk atau sobekan sprei yang semuanya sudah dicuci dan disetrika. Kalau tidak tersedia peralatan yang steril, jangan ragu-ragu lagi menggunakan baju kotor atau tangan telanjang untuk menekan bagian yang luka agar darah tidak terus menerus mengucur karena kehilangan darah dari tubuh korban lebih berbahaya daripada resiko infeksi.

2.       Luka yang sudah berdarah tidak boleh dibersihkan karena pendarahan akan membersihkan luka itu sendiri, yang boleh dibersihkan adalah kulit di sekitar luka, dengan air sabun atau air ledeng biasa atau air yang sudah dimasak.
3.       Pada semua kasusapendarahan serius, penderita selalu diancam shok, untuk itu diselimuti dan letakkan penderita pada posisi yang palingamenyenangkan dan semua yang mengikat pada tubuh harus dilepaskan termasuk ikat pinggang.

d.             Pertolongan Pertama Mengurangi Shok
1.       Setiap kecelakaan, kebakaran, keracunan yang parah, sering kali disertai dengan shok baik ringan atau parah, bahkan sampai fatal, karena shok merupakan reaksi tubuh yang ditandai oleh melambatnya atau terhentinya peredaran darah dan berakibat penurunan persediaan darah pada organ-organ penting.
2.       Tanda-tanda Shok
a.       Denyut nadi cepat tapi lemah
b.       Merasa lemas
c.       Muka pucat
d.       Kulit dingin, kerinagt dingin di kening dan telapak tangan, kadang-kadang pasien menggigil
e.       Merasa haus
f.        Merasa mual
g.       Nafas tidak teratur
h.       Tekanan darah sangat rendah
3.       Pertolongan Pertama Mengurangi Shok antara lain dilakukan dengan cara :
a.       Menghentikan pendarahan
b.       Meniadakan hambatan-hambatan pada saluran nafas
c.       Memberi nafas buatan
d.       Menyelimuti dan meletakkan penderita pada posisi yang paling menyenangkan
4.       Langkah - langkah Pelaksanaan Pertolongan Pertama Mengurangi Shok :
a.       Baringan korban dengan posisi kepala sama datar atau lebih rendah dari tubuh, dengan tujuan untuk menambah aliran darah ke jantung dan otak. Bila kaki tidak patah, tungkai dapat ditinggikan 30-45 cm di atas posisi kepala.
b.       Selimuti pasien dan hindarkan dari lantai serta udara dingin
c.       Usahakan pasien tidak melihat lukanya
d.       Pasien/penderita yang sadar, tidak muntha dan tidak mengalami luka di perut, dapat diberi larutan shok yang terdiri dari : - 1 sendok teh garam dapur - ½ sendok teh tepung soda kue - 4-5 gelas air - dan bisa juga ditambah air kelapa/kopi kental/teh
e.       Perlakukan pasien dengan lemah lembut
f.        Cepat-cepat panggil dokter

Selasa, 14 Oktober 2014

Contoh Silabus Pramuka

Untuk Contohnya bisa diklik link berikut
https://docs.google.com/document/d/1oJMOJcdc0AitNr6lmrXZ8FgK_NRrMGuoNtEjEcvQK_I/pub

Kamis, 14 Agustus 2014

Masa transisi, siapa penggantinya?



Apapun organisasi bila didalamnya tidak ada orang yang berperan sebagai ayah, sesepuh atau apapun yang lebih dewasa keberadaannya pasti akan terasa ada yang kurang. Terlebih tidak ada yang berperan untuk menjembatani aspirasi dari anggota kepada orang yang paling tinggi jabatannya. Sama halnya yang terjadi di Pramuka SMPN 1 Gondanglegi.  Sepeninggal Pembina Gugus Depan belum ada Bapak/Ibu guru yang menggantikan posisi beliau. Sosok yang bisa menjadi kakak sekaligus orang tua sangat diperlukan untuk secara konsisten mendampingi perkembangan Gerakan Pramuka SMPN 1 Gondanglegi. Kamabigus Kak SUPRIANTO belum bisa menunjuk bahkan melalui forum resmi siapa yang akan mengisi kekosongan Pembina gugus depan karena kriteria tertentu. 

Jumat, 27 Juni 2014

Kenangan Alm. Bapak Agus Edy Santoso



   Sepeninggal Kak Agus kegiatan Pramuka di SMPN 1 Gondanglegi tetap berjalan seperti rutinitas hari – hari latihan sebelumnya. Hanya saja tidak ada senyum ramah yang khas menyambut aktifitas adik – adik dewan galang, adik – adik kelas VII peserta kelas actual ekskul pramuka dan yang paling terasa adalah sambutan untuk kedatangan kakak Pembina. Biasanya saat datang beliau menyambut dengan sapaan salam pramuka, berdiri tegak sambil tersenyum, “Salam Pramuka, hehehehe”. Sapaan akrab seperti itu sering sekali beliau lakukan di saat berjumpa dengan kakak Pembina, alumni pramuka spensagi mania, dan adik – adik penggalang dimanapun dan kapanpun. Canda gurau dan tawa beliau yang kadang masih sering teringat di benak keluarga besar Pramuka SMPN 1 Gondanglegi. Terlebih kesabarannya yang membuat para adik didiknya merasa sungkan dan sungkem kepada beliau baik saat mendampingi kegiatan maupun di kelas. Bagi Pramuka, dimanapun dan kapanpun Spensagi Scout bergiat beliau selalu hadir dan menyempatkan untuk menyapa, bertanya kabar adik – adik, kegiatan, keperluan, keluh kesah serta tak jarang beliau memberi motivasi, nasehat dan perhatian untuk adik – adik.

Selasa, 10 Juni 2014

Selamat Jalan Bapak Pramuka Spensagi


 

Innalilahi wainnaillahi rojiun,
Telah berpulang ke Rahmatullah, Kakak Pembina kita kak Agus Edy Santoso dan selaku guru kesenian di SMPN 1 Gondanglegi
Pada Tanggal : 9 Juni 2014
Pukul : 04.30 WIB
Tempat : Rumah Kak Agus , Kab Malang, Jawa Timur.


SPENSAGI SCOUT © 2008 Template by:
SkinCorner