Senin, 25 Juni 2012

LT I 2012


Sabtu-Minggu/23-24 Juni2012 - Lomba Tingkat I Gugus Depan SMP N 1 Gondanglegi adalah kegiatan yang sudah menjadi program rutinitas tahunan yang harus diadakan setiap tahun sekali. kali ini lomba yang diikuti oleh seluruh siswa kelas VII itu diadakan. Semua peserta antusias menyambut kegiatan perkemahan berbasis lomba tersebut. Sebanyak 200 siswa terbagi menjadi 20 regu mengikuti kegiatan ini. Masing-masing regu menunjukkan kebolehan, kekompakan serta kreasi dalam berlomba. Hingga semua rangkaian lomba diikuti, terpilihlah Regu Bemo dan Frying Pan sebagai juaranya.Selamat












Minggu, 20 Mei 2012

Runner Up SOSCOM I


Minggu, 20 Mei 2012 - Spensagi mengikuti lomba SOS.COM I (Scout Of Smaneb Competition I), Lomba periode ke-3 ini Spensagi mengirimkan 2 squad terbaik untuk tandang. Persiapan dalam latihan dan pembekalan secara mantab pun terus ditempakan kepada peserta. Alhasil pada hari dimana kompetisi di mulai, Spensagi berhasil mengukir prestasi terbaiknya. Dalam ajang yang di mulai dengan lomba pionering itu Spensagi sempat imbang dengan juara bertahan Kanggala (MTs Al-Islam Bantur). Hingga lomba babak terakhir dan waktu pengumuman Spensagi dinobatkan sebagai Juara Umum II SOS.COM I 2012 dengan perolehan tropi kejuaraan sebanyak 11.

Rabu, 18 April 2012

BAPAK PANDU INDONESIA

BAPAK PANDU INDONESIA
KH. AGUS SALIM

BIODATA
Nama               : KH Agus Salim
Lahir                 : Bukit Tinggi, Sumatera Barat, 9 Oktober 1884
Wafat              : Jakarta, 4 November 1954
Ayah                 : Angku Sutan Mohammad Salim
Ibu                     : Siti Zainab
Isteri                 : Zaenatun Nahar
Anak                 : Delapan Orang
Pendidikan    :
Europeesche Lagere School (ELS)
Hoogere Burgerschool (HBS) di Batavia (Jakarta)
Karir :
Anggota Volksraad (1921-1924)
·         Anggota panitia 9 BPUPKI yang mempersiapkan UUD 1945
·         Menteri Muda Luar Negeri Kabinet Sjahrir II dan Sjahrir III (1946-1947)
·         Pembukaan hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara Arab, terutama Mesir (1947)
·         Menteri Luar Negeri Kabinet Amir Sjarifuddin I dan Amir Sjarifuddin II (1947-1948)
·         Menteri Luar Negeri Kabinet Hatta I dan Hatta II (1948-1949)
BIOGRAFI
Haji Agus Salim (Bukit Tinggi, Sumatera Barat, 9 Oktober 1884 - Jakarta, 4 November 1954) tokoh yang pada waktu kecil mempunyai nama Masyhudul Haq ini adalah seorang ulama dan tokoh pejuang kemerdekaan dari Minangkabau, Sumatera Barat. Ayahnya adalah seorang kepala jaksa di Pengadilan Tinggi Riau.
Pendidikan dasar ditempuh Agus Salim di Europeesche Lagere School (ELS) sekolah khusus anak-anak Eropa, kemudian dilanjutkan ke Hoogere Burgerschool (HBS) di Batavia. Agus Salim berhasil menjadi lulusan terbaik di HBS se-Hindia Belanda. Setelah lulus, Salim bekerja sebagai penerjemah dan pembantu notaris pada sebuah kongsi pertambangan di Indragiri. Pada tahun 1906, Agus Salim berangkat ke Jeddah, Arab Saudi untuk bekerja pada Konsulat Belanda di sana.
Agus Salim kemudian menekuni dunia jurnalistik sejak tahun 1915 di Harian Neratja sebagai Redaktur II. Setelah itu diangkat menjadi Ketua Redaksi. Kegiatannya dalam bidang jurnalistik terus berlangsung hingga akhirnya menjadi Pemimpin Harian Hindia Baroe di Jakarta. Kemudian mendirikan Suratkabar Fadjar Asia. Dan selanjutnya sebagai Redaktur Harian Moestika di Yogyakarta dan membuka kantor Advies en Informatie Bureau Penerangan Oemoem (AIPO). Bersamaan dengan itu Agus Salim aktif dalam dunia politik sebagai pemimpin organisasi Sarekat Islam.
Agus Salim menguasai sembilan bahasa asing, diantaranya Belanda, Inggris, Jerman, Perancis, Arab, Turki dan Jepang. Haji Agus Salim pernah menjadi penerjemah di Konsulat Belanda di Jeddah Arab Saudi. Agus Salim pernah menjabat Menteri Luar Negeri pada periode 3 Juli 1947 - 20 Desember 1949. Pada masa jabatannya Agus Salim menjadi ketua delegasi Indonesia dalam Inter Asian Relation Conference di India dan berusaha membuka hubungan diplomatik dengan sejumlah Negara Arab, terutama Mesir dan Arab Saudi.
Peran Agus Salim pada masa perjuangan kemerdekaan RI antara lain:
·      Anggota Volksraad (1921-1924)
·      Anggota panitia 9 BPUPKI yang mempersiapkan UUD 1945
·      Menteri Muda Luar Negeri Kabinet Sjahrir II dan Kabinet Sjahrir III tahun 1946-1947
·      Pembukaan hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara Arab, terutama Mesir tahun 1947
·      Menteri Luar Negeri Kabinet Amir Sjarifuddin I dan Kabinet Amir Sjarifuddin II tahun 1947-1948
·      Menteri Luar Negeri Kabinet Kabinet Hatta I dan Kabinet Hatta II tahun 1948-1949
Setelah mengundurkan diri dari dunia politik, pada tahun 1953 Agus Salim mengarang buku dengan judul "Bagaimana Takdir, Tawakal dan Tauchid harus dipahamkan?" yang kemudian diubah menjadi "Keterangan Filsafat Tentang Tauchid, Takdir dan Tawakal". Agus Salim meninggal dunia pada tanggal 4 November 1954 di RSU Jakarta dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Minggu, 12 Februari 2012

Tantangan Berat LPKM IPCK Sumawe

Februari 2012, Spensagi mengikuti Lomba Penggalang yang diselenggalarakan oleh Karang Taruna IPCK (Ikatan Pemuda Cipta Karya) Sumber Manjing Wetan bertempat di Bumi Perkemahan Sumber Agung, Sumawe. Kala itu kegiatan kompetisi ini diikuti oleh mayoritas Gugus Depan terdekat wilayah Sumawe, Seperti Ganesha, Ardenta, Bima, Armaga dan gudep lain yang tak jauh dari lokasi. SMPN 1 Gondanglegi menjadi peserta yang paling jauh dan satu - satunya pangkalan dari Gondanglegi yang dapat hadir. Awal kegiatan hingga jelang giat malam Spensagi mengikuti semua rangkaian kegiatan dengan baik meskipun terdapat sedikit kesalahan teknis karena peserta putri sempat tumbang di lintas medan dan mampu mengantongi beberapa lomba pada peringkat 1-3, namun malam menjelang semakin larut usai lomba Yell berlangsung masalah berat pun terjadi, 2 peserta putri dari squad Matahari Coronae kesurupan, di susul kemudian sang pinru yang ikut terbawa suasana pun juga tak luput, segenap dewan alumni yang hadir pun ikut keseret dalam insiden tersebut. pembina beserta seluruh panitia pun kalang kabut dengan kondisi itu. Sebanyak 6 orang dari Spensagi yang kesambet. Semua pembina, Panitia hingga tokoh masyarakat pun berjibahu membantu meredakan gangguan ini hingga dini hari satu per satu peserta bisa disadarkan kembali. Naas Spensagi kala itu, namun semangat dalam kompetisi tidak boleh surut apalagi gugur. kendati kondisi mental yang sudah mulai rapuh, pembina pun berusaha untuk membangun momentum dan semangat untuk tetap maju. Serangkaian kegiatan hari kedua pun diikuti secara keseluruhan walaupun tampak sayu Spensagi tetap berusaha bangkit dari naas semalam. Sampai tiba waktu di penghujung kegiatan Spensagi pun dinobatkan sebagai Juara Umum II pada kompetisi LPKM I IPCK Sumawe. Semoga pengalaman yang di peroleh dapat bermanfaat dan segenap ujian yang datang kala malam tiba bisa di ambil dalam hikmah. Amiiiiin..........

Sabtu, 29 Oktober 2011

Arti Kiasan Tanda Pelantikan Gerakan Pramuka

       Sebelum kita mempelajari arti kiasan yang terkandung dalam Tanda Pelantikan Pramuka kita pelajari dulu apa dan bagaimana tanda pelantikan tersebut, kapan diberikan kepada anggota pramuka, serta bagaimana cara mengenakan dan memasangnya di pakaian seragam pramuka.
       Tanda Pelantikan Pramuka adalah salah satu dari Tanda Umum Gerakan Pramuka sehingga sekaligus menjadi bagian dari sistem Tanda Pengenal dalam Gerakan Pramuka. Tanda Pelantikan disematkan kepada seseorang saat pertama kali dilantik menjadi anggota pramuka dan dikenakan pada seragam pramukanya seumur hidup. Sehingga penyematan tanda pelantikan hanya dilakukan satu kali yaitu saat seseorang tersebut untuk pertama kalinya dilantik menjadi seorang pramuka.
      Seumpama seorang pramuka siaga setelah berpindah golongan, kemudian menjadi tamu penggalang hingga akhirnya dilantik menjadi penggalang tidak perlu dilakukan penyematan tanda pelantikan kembali. Berbeda seumpama calon penggalang tersebut sebelumnya belum pernah menjadi pramuka siaga dan baru menjadi anggota pramuka saat usia penggalang tersebut maka akan dilakukan penyematan tanda pelantikan. Pun sama halnya bagi anggota pramuka penegak. Jika seorang calon penegak sebelumnya belum menjadi anggota penggalang ataupun siaga maka akan dilakukan penyematan tanda pelantikan. Namun jika sebelumnya, calon penegak tersebut telah menjadi pramuka penggalang maka tidak perlu dilakukan penyematan tanda pelantikan.
Yang dimaksud sebagai pelantikan di sini adalah pelantikan seseorang menjadi anggota pramuka dan bukan pelantikan kecakapan umum (SKU). Sehingga tanda pelantikan ini pun berbeda dengan tanda kecakapan umum yang dikenakan di lengan baju sebelah kiri (pramuka siaga dan penggalang) atau  di lidah baju (pundak) bagi pramuka penegak dan pandega.

Bentuk dan Pemasangan Tanda Pelantikan

       Tanda pelantikan terdiri atas dua macam yaitu tanda pelantikan untuk anggota pramuka putri dan tanda pelantikan untuk anggota putra. Keduanya mempunyai gambar dan warna yang sama namun berbeda bentuknya dan tempat pemasangannya pada pakaian seragam pramuka. Tanda pelantikan dibuat dari kain yang untuk pramuka putri berbentuk lingkaran sedangkan untuk anggota pramuka putra memiliki bentuk jajar genjang. Pada tanda pelantikan tersebut terdapat gambar tunas kelapa (lambang Gerakan Pramuka), padi dan kapas, bintang, lingkaran (roda) bergigi sepuluh, tulisan Gerakan Pramuka, serta titik sebanyak lima buah. Warna dasar tanda pelantikan adalah coklat tua. 
Bentuk tanda pelantikan selengkapnya dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Tanda Pelantikan Pramuka
Pemasangan tanda pelantikan tersebut berbeda antara anggota pramuka putra dengan anggota putri. Pada anggota pramuka putri, tanda pelantikan dipasang di kerah baju seragam pramuka sebelah kiri. Sedangkan pada anggota pramuka putra, tanda pelantikan dipasang pada saku baju pramuka sebelah kiri.

Arti Kiasan Tanda Pelantikan

Sebagaimana tanda-tanda pengenal lainnya dalam Gerakan Pramuka, tanda pelantikan memiliki arti kiasan. Hal ini mengingat fungsi tanda pengenal dalam Gerakan Pramuka yang salah satunya adalah sebagai alat pendidikan.
Arti kiasan yang dimiliki oleh tanda pelantikan Gerakan Pramuka adalah sebagai berikut:
  1. Warna Coklat melambangkan warna tanah sebagai sumber kehidupan;
  2. Warna Kuning melambangkan kekuatan dan keagungan;
  3. Gambar Padi dan Kapas melambangkan kesuburan dan kemakmuran bangsa Indonesia di mana padi melambangkan sumber pangan dan kapas melambangkan sumber pakaian;
  4. Roda (lingkaran) bergigi sepuluh melambangkan Dasadarma;
  5. Tunas kelapa melambangkan lambang Gerakan Pramuka dengan segala arti kiasan yang terkandung di dalamnya;
  6. Bintang bersudut lima di atas tunas kelapa mengiaskan Ketuhanan yang Maha Esa sekaligus cita-cita yang tinggi yang dimiliki oleh anggota Gerakan Pramuka;
  7. Tulisan Gerakan Pramuka melambangkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi yang menyelenggarakan kepramukaan atau kepanduan di Indonesia.
  8. Titik lima di pangkal padi kapas melambangkan pancasila sebagai dasar dan falsafah hidup bangsa;
Itulah Tanda Pelantikan Gerakan Pramuka mulai dari bentuk, bahan, gambar, cara pemasangannya pada seragam pramuka hingga arti dan kiasan yanag terkandung dalam gambar-gambar di dalamnya. Dengan mengenal seluk beluk tanda pelantikan tersebut semoga makin mempertebal semangat para pramuka dalam melatih dirinya untuk mempersiapkan diri dan ikut serta dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia.
SPENSAGI SCOUT © 2008 Template by:
SkinCorner